When Happiness Doesn't Always Happen to Iness

Rizki Putri Rezna Hassan. Inez. FSRD ITB 2008, seni lukis. saya menulis untuk diri saya sendiri.
i wrote english with error grammars. blah i don't care. i'm still learning haha

http://www.facebook.com/profile.php?id=1641656512

Look into the bright side

“i don’t care what the people said. They’re probably lonely anyway. Baby don’t fill up your head, with HE SAID, SHE SAID…
Cause, everybody knows that NOBODY REALLY KNOWS, how to make it works or how to ease the hurt”
-john legend, every body knows.

Setiap pusing2, pikirkanlah wahai barudaks “hirup sahiji hungkul. Nikmatin weeeeeeh. Kumaha ngke welaaaah. Paduli teuing anjinxx!!!”

Hirup maneh sih kumaha maneh, tapi kan beuteung maneh kumaha daharan oge. Haha. Satirs

Anw gue kangenbanget. Banget banget banget parah seorang budak leutik yang ga tau sengaja atau nggak mencium tangan gue pas perpisahan terakhir. Gue suruh salam yang bener pake jidat malah cium pake bibir lah ampe tgn gue ada bekas iler. I miss him. Duh kalo gue tulis ke sweet2an dia disaat2 terakhir bareng bisa nangis nih gue. Gue kangeeeeeen dicurhatin kisah cinta dia yang gak penting dan gak seberapa itu (tapi dia ceritanya sambil bangga). Dasar remaja. Dasar bocah koploch. Sedih melewatkan momen penting doski. Hikkssss :’(

Gimana caranya ya gue bertahan hidup. sehari di Jakarta tanpa ngeluh? HUFHTYYY. Whiny bitch banget nih gue.


Efek mens

haha suddenly my friend, ninda tagged me this photo. I was so dumb, reckless, and wild (?). i remember, that wasn’t my clothes that i wore, it’s nandi’s. I looked so happy back then. And skinny :’)
me kinda sad lookin this photo :’(

haha suddenly my friend, ninda tagged me this photo. I was so dumb, reckless, and wild (?). i remember, that wasn’t my clothes that i wore, it’s nandi’s. I looked so happy back then. And skinny :’)

me kinda sad lookin this photo :’(

Being jakartans..

Sudah beberapa lama saya tidak menulis. Alasannya, terlalu banyak yang terjadi dan semua terlalu cepat. Adaptasi dengan keadaan, sakit mengubur rencana yang berjalan, juga kecewa sangat besar dengan seseorang yang sangat saya percaya (untuk kedua kalinya).

Harus belajar cepat ya. Bertemu dengan teman2 lama. Melihat pola pikir mereka. Cara hidup mereka.. Rela bekerja tanpa libur(bahkan tanggal merah masuk) demi uang dan karir. Mengorbankan keluarga, teman, dan hidup..Memang gaji mereka banyak, tapi saya bertanya “lifeless dong lo?”

“sacrifice nes. Lo harus tau prioritas lo yang mana”.

Jujur saya terkejut ketika temen saya menambahkan

“ketika lo tau beatnya, kerja kayak gini (24/7) itu enak bgt nes. Sumpah enak”

Saya memutar otak keras. Enak darimana menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak real?

Lalu saya melihat mereka menghabiskan uang untuk barang dan makanan mahal. Mall, cafe, belanja.. Lalu mereka habiskan gaji mereka. Lalu saya bingung ‘waktu’ mereka ditukar dengan semua barang-baramg itu.

Semua di Jakarta mahal. Bahkan transportasi sangat mahal. Saya berpikir, ‘nilai’ uang itu begitu berbeda di mata saya dengan di mata mereka.

250ribu di jakarta hanya untuk satu kali jalan (makan dan nonton)
250ribu, di mata saya bisa untuk travelling 3 hari ke dieng. Atau naik gunung beberapa hari.

Kebahagiaan di mata mereka, mall.
Kebahagiaan di mata saya, ada diluar sana.. Lebih dari sekedar tas atau baju terbaru. Iya, saya jg bahagia dengan tas baru (cewek mana sih yang ga suka), tapi saya lebih bahagia ketika di kolong jembatan menyeruput kopi dua ribu perak sambil berbicara ngalor ngidul dengan anak2.

See?

Pola pikir mereka terkesan sangat pragmatis, konsumtif, juga individualis.

Bukan saya bilang mereka jahat atau buruk. Sama sekali nggak kok. Mereka sangat sangat baik terhadap saya. Mereka teman dekat saya. Saya hanya kaget ternyata pola pikir dan tingkat kepuasan kami sangat berbeda jauh.

Saya tersadar, mereka adalah saya 4,5 tahun yang lalu.

“berikan kesempatan pada jakarta”. Bagaimana saya bisa mencoba, kalau pintunya sudah berbeda? Hahaha

Spot pelarian setiap hari. Belum bosen-bosen berlama-lama disini

Spot pelarian setiap hari. Belum bosen-bosen berlama-lama disini

Kampring. Tapi gue terhibur sih.

Kampring. Tapi gue terhibur sih.